TANJUNG SELOR – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana bagi Pelaku yang berlangsung pada 21 Juni 2026, di Aula Rumah Jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua PMI Provinsi Kalimantan Utara, Ir. Risdianto, S.Pi., M.Si, didampingi Pengurus PMI Provinsi Kalimantan Utara dan diikuti perwakilan PMI Kabupaten/Kota serta unsur mitra penanggulangan bencana di wilayah Kaltara.
Dalam sambutannya, Risdianto menegaskan, dunia saat ini menghadapi berbagai ancaman bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan meningkatnya kerentanan masyarakat. "Kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama agar kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana terus ditingkatkan. Kalimantan Utara dinilai masih memiliki peluang besar untuk memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan respon bencana melalui pelatihan yang berkelanjutan," katanya.
Dijelaskan, pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta sebagai pelaku penanganan bencana di wilayah Kalimantan Utara. Selain itu, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ketika menjalankan tugas kemanusiaan di lokasi bencana pada tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Materi yang diberikan dirancang untuk memperkuat kemampuan koordinasi, asesmen, manajemen operasi, serta pengelolaan sumber daya saat terjadi keadaan darurat.
Risdianto juga mengingatkan bahwa PMI memiliki pengalaman panjang dalam mendukung operasi tanggap darurat, baik di tingkat nasional maupun lokal. PMI Kalimantan Utara, misalnya, pernah mengirimkan relawan untuk mendukung operasi tanggap darurat bencana di Gempa Sulteng, Gempa NTB, Gempa Jabar dan lainnya. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun relawan yang tangguh, profesional, dan siap diterjunkan kapan saja ketika masyarakat membutuhkan bantuan kemanusiaan.
"Kami mengapresiasi kepada PMI Kabupaten/Kota se-Kalimantan Utara yang selama ini aktif memberikan respon tanggap darurat bencana serta berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh peserta yang telah mendapat kepercayaan untuk mengikuti pelatihan. Kehadiran peserta merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat jaringan relawan dan kesiapsiagaan bencana di daerah," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan Risdianto, PMI harus mampu menyiapkan diri dengan baik. Menjadi relawan PMI bukan tentang imbalan materi, tetapi tentang panggilan kemanusiaan untuk membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara aktif, berdiskusi, berbagi pengalaman lapangan, serta menjaga semangat pengabdian dalam menjalankan misi kemanusiaan di masa mendatang.
Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana bagi Pelaku menghadirkan narasumber berpengalaman, Budi Raharjo dari PMI Provinsi Bali, Hidayatul Irwan dari PMI Provinsi Sumatera Barat, Amrin dari PMI Provinsi Kalimantan Utara, dan Asar Aziz dari PMI Kabupaten Nunukan.
"Kegiatan ini dibiayai melalui Skema Budget Sharing antara PMI Pusat, PMI Provinsi, dan PMI Kabupaten/Kota se-Kalimantan Utara. Sebanyak 26 peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari 1 peserta PMI Provinsi, 22 peserta PMI Kabupaten/Kota se-Kaltara, serta 3 peserta eksternal dari BPBD Kabupaten Bulungan dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tana Tidung. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir sumber daya relawan yang semakin siap, terampil, dan responsif dalam menghadapi berbagai situasi bencana di Kalimantan Utara," ujar Amrin.***