TANJUNG SELOR – KALTARA – PMR Wira Unit SMAN 1 Tanjung Selor sukses menyelenggarakan Pelatihan Pertolongan Pertama yang berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Juni 2026 di lingkungan SMAN 1 Tanjung Selor. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan penguatan kapasitas anggota Palang Merah Remaja (PMR) agar memiliki pengetahuan, keterampilan, serta sikap tanggap dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman. Pelatihan melibatkan 23 peserta dan didukung oleh narasumber dari Pegawai PMI Kabupaten Bulungan, Korps Sukarela (KSR), serta Pembina Ekstrakurikuler PMR.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori dan praktik yang menitikberatkan pada keterampilan dasar pertolongan pertama, penanganan kondisi darurat sederhana, serta pentingnya keselamatan penolong dan korban. Berbagai simulasi lapangan dirancang agar peserta mampu mengasah kemampuan mengambil keputusan secara cepat sekaligus membangun komunikasi dan koordinasi dalam situasi yang membutuhkan respons segera. Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter kepemimpinan, disiplin, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong yang menjadi nilai utama dalam pembinaan PMR.
Salah satu anggota PMR Wira Unit SMAN 1 Tanjung Selor, Meilin, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi dirinya dan rekan-rekan peserta. Menurutnya, kegiatan ini mampu meningkatkan keterampilan praktik pertolongan pertama sekaligus memperkuat kemampuan bekerja sama di dalam tim. Pengalaman belajar secara langsung melalui simulasi dan pendampingan dari para narasumber menjadi bekal penting bagi anggota PMR untuk lebih percaya diri dalam menghadapi situasi kedaruratan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Dukungan juga datang dari para relawan PMI yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Dalam hasil wawancara, Andriansyah, Relawan PMI Unit Universitas Kaltara, berharap agar pelatihan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia menilai bahwa pembinaan yang konsisten akan menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi relawan muda yang memiliki kemampuan teknis yang baik, berintegritas, serta memiliki jiwa kemanusiaan yang kuat. Melalui proses pembelajaran yang berkesinambungan, PMR diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang siap mengabdi dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Pelatihan Pertolongan Pertama ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan PMR tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab sosial. Dengan kolaborasi antara sekolah, PMI, KSR, pembina, dan para relawan, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, peduli sesama, serta siap menjadi pelopor perilaku hidup sehat dan agen kemanusiaan di masyarakat. Semangat belajar dan mengabdi yang ditunjukkan para peserta menjadi investasi berharga dalam membangun budaya kesiapsiagaan dan solidaritas kemanusiaan sejak usia sekolah.