TANJUNG SELOR – KALTARA, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyalurkan dua unit oksigen konsentrator kepada PMI Kabupaten Malinau.
TANJUNG SELOR – KALTARA, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyalurkan dua unit oksigen konsentrator kepada PMI Kabupaten Malinau.
Bantuan tersebut diserahkan Ketua PMI Provinsi Kalimantan Utara Ir. Risdianto, S.Pi., M.Si. kepada PMI Kabupaten Malinau pada Sabtu (5/9), sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan PMI menghadapi dampak karhutla di wilayah Kaltara.
“Dukungan oksigen konsentrator ini merupakan bentuk kesiapan PMI dalam membantu masyarakat maupun petugas yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap,” kata Risdianto.
Ia meminta PMI Kabupaten Malinau segera mengoperasikan Ruang Oksigen PMI sebagai layanan kemanusiaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan petugas lapangan yang mengalami keluhan pernapasan selama kondisi kabut asap.
Menurut Risdianto, saat ini PMI Kota Tarakan menjadi salah satu PMI kabupaten/kota di Kaltara yang telah membuka layanan Ruang Oksigen PMI.
Ia berharap PMI kabupaten/kota lainnya yang memiliki Markas PMI atau Unit Donor Darah (UDD) PMI dengan fasilitas representatif dapat menyediakan layanan serupa.
“PMI Provinsi akan terus mendukung dan mendistribusikan oksigen konsentrator kepada PMI kabupaten/kota yang membutuhkan,” ujarnya.
Risdianto menjelaskan, dukungan oksigen konsentrator tersebut saat ini diperoleh PMI Provinsi Kalimantan Utara dari PMI Pusat untuk memperkuat respons kemanusiaan terhadap dampak karhutla dan kabut asap.
Selain memperkuat layanan kesehatan, PMI juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah meluasnya karhutla. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, menggunakan masker saat beraktivitas di tengah kabut asap, serta saling menjaga dan mengingatkan.
“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Mari tidak membakar hutan dan lahan serta menjaga kesehatan selama kabut asap masih terjadi,” katanya.