TARAKAN - KALTARA, Gabungan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan membagikan sebanyak 1.250 masker kepada masyarakat dan pengguna jalan sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Utara.
Pembagian masker tersebut dilakukan oleh 20 relawan PMI Kota Tarakan di kawasan Lampu Merah Ladang, Kota Tarakan, dan dikoordinasikan Koordinator Relawan (Forel) Kota Tarakan, Indra Setiadi PS.
“Pembagian masker ini merupakan bagian dari upaya relawan PMI untuk membantu masyarakat mengurangi risiko paparan asap akibat karhutla,” kata Indra di Tarakan.
Ia mengatakan kondisi udara yang tercemar asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit tertentu.
Selain membagikan masker, relawan juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh asap karhutla.
Wakil Ketua Bidang Relawan dan Diklat PMI Kota Tarakan, Muhammad, S.Kom., M.Kom., turut turun langsung bersama para relawan dalam kegiatan tersebut.
Menurut dia, keterlibatan pengurus bersama relawan merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus dukungan bagi relawan yang selama ini terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kebencanaan.
“Relawan PMI tidak hanya hadir ketika terjadi bencana, tetapi juga berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengurangan risiko bagi masyarakat,” ujarnya.
Muhammad mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, khususnya saat kualitas udara menurun akibat asap.
Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara semakin buruk, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga kebersihan lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan.
“Menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk melindungi diri dan keluarga dari paparan asap serta ikut mencegah terjadinya karhutla,” katanya.
PMI mengingatkan masyarakat agar segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, atau gangguan kesehatan lainnya setelah terpapar asap.
Upaya perlindungan kesehatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan dan pengurangan risiko karhutla tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.