TANA TIDUNG - KALTARA, Palang Merah Indonesia (PMI) membagikan sebanyak 4.000 masker kepada masyarakat di sejumlah titik di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, sebagai upaya mengurangi dampak kesehatan akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah tersebut.
Pembagian masker melibatkan relawan dan anggota Palang Merah Remaja (PMR) dengan sasaran masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka maupun kawasan permukiman. Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh ML. Hady Candra selaku penanggung jawab.
Di Kecamatan Sesayap, pembagian masker dilakukan di sejumlah titik, yakni Simpang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Josoef Abdullah, Simpang Kantor Bupati, serta Simpang Tideng Pale Timur.
Sementara di Kecamatan Sesayap Hilir, masker dibagikan kepada masyarakat di kawasan permukiman serta pengguna jasa di Pelabuhan Sesayap Hilir.
PMI mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi udara dipengaruhi asap karhutla. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan untuk mengurangi paparan partikel dan polutan yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Pembagian masker juga dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun, terjadi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Tana Tidung seiring dengan kondisi kabut asap akibat karhutla.
Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, tenggorokan terasa sakit, mata perih, atau gejala gangguan pernapasan lainnya diimbau segera mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.
PMI berharap pembagian masker tersebut dapat membantu mengurangi dampak paparan asap terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya perlindungan diri selama kualitas udara terdampak asap karhutla.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga diimbau menjaga kondisi tubuh, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengikuti informasi mengenai kualitas udara dan perkembangan karhutla dari pihak berwenang.