TANJUNG SELOR – KALTARA, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana (MTDB) bagi Pelaku Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Markas PMI Kabupaten Bulungan, Jumat (26/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kalimantan Utara.
Penutupan pelatihan dilakukan oleh Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Sarana Prasarana, dan Logistik PMI Provinsi Kalimantan Utara yang mewakili Ketua PMI Provinsi Kalimantan Utara, Ir. Risdianto, S.Pi., M.Si., yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas kedinasan.
Dalam sambutan yang dibacakan, disampaikan bahwa Kalimantan Utara merupakan daerah yang memiliki potensi besar sekaligus menghadapi berbagai ancaman bencana alam akibat kondisi geografis dan geologisnya. Oleh karena itu, kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan, khususnya relawan PMI, menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
"PMI sebagai mitra strategis pemerintah harus senantiasa berada di garis terdepan dalam memberikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi saat terjadi situasi darurat," demikian isi sambutan Ketua PMI Provinsi Kalimantan Utara.
Pelatihan MTDB yang berlangsung selama beberapa hari tersebut tidak hanya memberikan pembelajaran secara teoritis di dalam kelas, tetapi juga membekali peserta dengan praktik lapangan melalui simulasi penanganan keadaan darurat. Seluruh peserta dinilai menunjukkan antusiasme, kedisiplinan, serta komitmen tinggi dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan.
Menurut laporan panitia, peserta berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian materi yang meliputi manajemen tanggap darurat, koordinasi operasi kemanusiaan, pengambilan keputusan di lapangan, hingga simulasi penanganan bencana. Kompetensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme relawan dan pelaku penanggulangan bencana di Kalimantan Utara.
PMI Provinsi Kalimantan Utara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, instruktur, fasilitator, narasumber, serta panitia yang telah berkontribusi menyukseskan pelatihan. Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan dinilai sebagai hasil kolaborasi seluruh pihak dalam membangun kapasitas organisasi kemanusiaan yang semakin tangguh.
Dalam arahannya kepada peserta, Ketua PMI Provinsi Kalimantan Utara menitipkan tiga pesan penting sebagai bekal setelah menyelesaikan pelatihan.
Pertama, seluruh ilmu yang diperoleh selama pelatihan harus segera diterapkan dalam standar operasional prosedur (SOP) di masing-masing satuan kerja agar memberikan manfaat nyata dalam penanganan bencana.
Kedua, peserta diminta terus memperkuat sinergi dan jejaring antarpelaku kebencanaan. Koordinasi yang baik dinilai menjadi faktor utama dalam keberhasilan operasi kemanusiaan ketika terjadi bencana.
Ketiga, seluruh peserta diharapkan terus menjaga kesiapsiagaan dan meningkatkan kemampuan secara berkelanjutan, mengingat bencana dapat terjadi kapan saja tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.
"Ujian sesungguhnya bukan saat mengikuti evaluasi pelatihan, tetapi ketika masyarakat membutuhkan kehadiran kita saat bencana terjadi," demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, PMI Provinsi Kalimantan Utara berharap seluruh peserta mampu menjadi pelopor kemanusiaan yang profesional, responsif, serta siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam setiap kondisi darurat.
Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana (MTDB) Tahun 2026 pun secara resmi ditutup dengan harapan lahirnya sumber daya manusia PMI yang semakin kompeten, solid, dan mampu memperkuat sistem penanggulangan bencana di Provinsi Kalimantan Utara melalui kolaborasi bersama pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat.
Siamo Tutti Fratelli — Kita Semua Bersaudara — menjadi penegasan semangat kemanusiaan yang terus dijunjung tinggi oleh PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia.