

NUNUKAN – KALTARA, Di tengah semaraknya suasana persaudaraan, Aula Lantai V Kantor Bupati Nunukan tempat Pelantikan pada hari Sabtu, 20 September 2025 dipenuhi wajah-wajah penuh harapan. Senyum para Relawan, raut wajah tegar para Pengurus, dan pancaran semangat muda dari Generasi Palang Merah Remaja menyatu dalam satu tujuan melanjutkan estafet pengabdian untuk Kemanusiaan.
NUNUKAN – KALTARA, Di tengah semaraknya suasana persaudaraan, Aula Lantai V Kantor Bupati Nunukan tempat Pelantikan pada hari Sabtu, 20 September 2025 dipenuhi wajah-wajah penuh harapan. Senyum para Relawan, raut wajah tegar para Pengurus, dan pancaran semangat muda dari Generasi Palang Merah Remaja menyatu dalam satu tujuan melanjutkan estafet pengabdian untuk Kemanusiaan.
Di hadapan para tamu undangan, Ir. Risdianto, S.Pi., M.Si., Ketua PMI Provinsi Kalimantan Utara, berdiri dengan penuh khidmat. Dengan suara yang tegas namun hangat, ia menekankan bahwa pelantikan Pengurus PMI Kabupaten Nunukan masa bakti 2025–2030 bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan momentum bersejarah untuk memperkuat peran PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang tangguh, profesional, dan dekat dengan rakyat.
“Menjadi Pengurus PMI bukanlah jabatan kehormatan semata, melainkan amanah besar. Di tangan kalian ada harapan masyarakat Nunukan untuk mendapatkan pelayanan Kemanusiaan yang cepat, adil, dan tulus,” ucap Risdianto.
Pilar Kemanusiaan di Perbatasan Nunukan, daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, kerap menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana alam hingga masalah sosial Kemanusiaan seperti Deportasi Pekerja Migran Indonesia. Di titik inilah PMI hadir, bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai rumah bagi mereka yang ingin menolong tanpa membedakan.
Risdianto menegaskan bahwa Kepengurusan baru memiliki peran strategis yaitu menetapkan kebijakan organisasi, mengelola anggaran dengan transparan, memperkuat Markas dan Unit Donor Darah, hingga membina generasi muda PMI seperti PMR, KSR, dan TSR. “Generasi muda adalah ujung tombak PMI. Mereka yang pertama bergerak, mereka yang ada di barisan depan saat bencana melanda,” katanya dengan penuh keyakinan.
Di sela sambutannya, Risdianto tidak lupa memberikan penghormatan kepada Pengurus PMI Nunukan masa bakti 2020–2025. “Pengabdian kalian adalah pondasi kokoh bagi keberlangsungan organisasi ini. Semoga setiap tetes keringat dan setiap langkah pengabdian tercatat sebagai amal ibadah,” ungkapnya.
Ucapan ini disambut tepuk tangan meriah dari hadirin, seakan menguatkan bahwa setiap pengabdian dalam kerja-kerja Kemanusiaan tak pernah sia-sia.
Sinergi dengan Pemerintah dan Masyarakat, Risdianto juga mengingatkan tentang pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah sesuai amanah Undang-Undang No. 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Menurutnya, tanggung jawab Kemanusiaan tidak mungkin dipikul PMI seorang diri. “Kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama. Hanya dengan kolaborasi, kita bisa bergerak lebih cepat, lebih tepat, dan lebih bermakna,” tegasnya.
Pelantikan ini bukan hanya pergantian Kepengurusan, tetapi juga penyalakan kembali obor semangat Kemanusiaan di wilayah perbatasan. Dengan Pengurus baru yang berkomitmen, serta dukungan masyarakat dan pemerintah, PMI Kabupaten Nunukan diharapkan semakin siap menjadi pelita bagi sesama, hadir di setiap langkah kehidupan masyarakat yang membutuhkan.
“PMI Kabupaten Nunukan harus menjadi simbol persaudaraan, tempat masyarakat merasa terlindungi, terutama di saat-saat paling sulit serta kemanusiaan tidak mengenal batas, dan selagi masih ada hati yang tulus untuk menolong, PMI akan selalu berdiri di barisan terdepan” tutup Risdianto dengan penuh harapan.