PMI TARAKAN SIAGAKAN AMBULANS DAN 16 PERSONEL PADA PAWAI BUDAYA IRAW TENGKAYU XV

TARAKAN – KALTARA,  Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan menurunkan satu unit ambulans dan 16 personel untuk memberikan pelayanan kesehatan selama pelaksanaan Karnaval Budaya Festival Iraw Tengkayu XV di Kota Tarakan, Sabtu (4/7). Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan peserta maupun pengunjung yang memerlukan penanganan medis serius.

Tim ambulans PMI Kota Tarakan dipimpin langsung Kepala Markas PMI Kota Tarakan, Eva Marwa Lestari, S.Pd, dan bersiaga di sepanjang rute pawai budaya sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran salah satu agenda budaya terbesar di Kalimantan Utara tersebut.

Kepala Markas PMI Kota Tarakan, Eva Marwa Lestari, mengatakan kehadiran tim ambulans merupakan bentuk komitmen PMI dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan dan kesiapsiagaan pertolongan pertama.

“PMI selalu berupaya hadir pada setiap kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat. Alhamdulillah, selama pelaksanaan pawai budaya seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tidak terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan medis serius oleh tim ambulans PMI maupun petugas Dinas Kesehatan Kota Tarakan,” katanya.

Festival Iraw Tengkayu merupakan pesta budaya masyarakat Suku Tidung, suku asli Kota Tarakan, yang menjadi wujud rasa syukur atas hasil laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir. Karnaval budaya menjadi salah satu rangkaian utama festival yang menampilkan keberagaman seni, budaya, dan tradisi dari berbagai komunitas di Kota Tarakan.

Pemerintah Kota Tarakan terus mengembangkan Festival Iraw Tengkayu sebagai agenda pariwisata unggulan. Sejak 2019, pelaksanaan festival yang sebelumnya digelar dua tahun sekali ditingkatkan menjadi agenda tahunan. Pada 2026, Festival Iraw Tengkayu memasuki penyelenggaraan ke-15 sekaligus menjadi tahun kelima berturut-turut masuk dalam daftar 100 Karisma Event Nusantara (KEN) yang ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Keberhasilan penyelenggaraan festival tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, paguyuban, komunitas, pelajar, mahasiswa, instansi vertikal, BUMN, BUMD, dunia usaha, perbankan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, hingga panitia pelaksana.

PMI Kota Tarakan menilai kehadiran layanan ambulans dan pertolongan pertama pada kegiatan yang melibatkan ribuan peserta dan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya mitigasi risiko. Selain memberikan rasa aman kepada peserta, kesiapsiagaan tenaga kesehatan dan relawan juga menjadi bentuk dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan budaya yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat maupun wisatawan yang hadir.

Login Admin