TARAKAN-KALTARA, Palang Merah Indonesia Kota Tarakan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan masyarakat, khususnya dalam bidang kemanusiaan dan kesehatan. Hal ini diwujudkan melalui penyiagaan tim medis dan layanan pertolongan pertama pada kegiatan latihan Tari Kolosal Iraw Tengkayu 2026 yang berlangsung di SMP Negeri 3 Tarakan sejak Mei hingga Juni 2026.
Kegiatan latihan tari kolosal ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai sekolah di Kota Tarakan. Karena jumlah peserta yang besar serta intensitas latihan yang cukup tinggi, kehadiran tim medis menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian latihan berjalan aman, tertib, dan terkendali.
PMI Kota Tarakan menurunkan personel medis yang ditempatkan secara bergilir di lokasi latihan. Mereka bertugas memberikan pelayanan kesehatan dasar, penanganan cedera ringan seperti keseleo atau kelelahan, pemeriksaan kondisi peserta sebelum dan sesudah latihan, serta memberikan edukasi terkait pentingnya hidrasi dan manajemen stamina selama proses latihan berlangsung.
Eva Marwah Lestari, S.Pd Kepala Markas Palang Merah Indonesia Kota Tarakan menyampaikan bahwa keterlibatan PMI bukan hanya sebatas layanan medis, tetapi juga bagian dari edukasi kemanusiaan kepada generasi muda.
“PMI Kota Tarakan berkomitmen hadir dalam setiap kegiatan masyarakat, terutama yang melibatkan banyak peserta. Kami ingin memastikan semua berjalan aman dan sehat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan budaya seperti Iraw Tengkayu memiliki nilai penting dalam memperkuat identitas daerah, sehingga perlu didukung dari sisi keselamatan dan kesehatan peserta.
“Kami berharap para peserta dapat mengikuti latihan dengan disiplin, menjaga kondisi fisik, dan tidak memaksakan diri saat kelelahan,” lanjutnya.
Sementara itu, pihak panitia kegiatan menyampaikan apresiasi atas dukungan PMI Kota Tarakan yang secara konsisten hadir dalam kegiatan masyarakat, terutama kegiatan berskala besar seperti latihan tari kolosal ini. Kolaborasi antara panitia, sekolah, dan PMI dinilai sangat membantu dalam menjaga kelancaran kegiatan.
Menjelang satu minggu sebelum pementasan, lokasi latihan akan dipusatkan di Pantai Amal Lama. Pemindahan lokasi ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi lapangan yang menyerupai tempat pelaksanaan acara utama serta meningkatkan kesiapan para penari dalam menampilkan koreografi secara maksimal.
PMI Kota Tarakan juga meningkatkan kesiapsiagaan dengan menambah titik layanan kesehatan dan memperkuat koordinasi dengan panitia serta tenaga pendukung lainnya. Hal ini dilakukan mengingat intensitas latihan yang semakin padat menjelang hari pelaksanaan.
Kegiatan budaya Iraw Tengkayu sendiri dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Juli 2026 dan menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang paling dinantikan oleh masyarakat Kota Tarakan. Selain menampilkan pertunjukan seni dan tradisi daerah, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya serta penguatan identitas lokal.
Dengan adanya dukungan layanan medis dari PMI Kota Tarakan, diharapkan seluruh rangkaian latihan hingga puncak acara dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. PMI juga menegaskan akan terus berperan aktif dalam setiap kegiatan sosial dan budaya di Kota Tarakan demi mendukung terciptanya masyarakat yang sehat dan tangguh.