TANJUNG SELOR, Kaltara – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara mendorong penguatan kapasitas pembina Palang Merah Remaja (PMR) melalui Pelatihan Manajemen PMR bagi Pembina PMR se-Kabupaten Bulungan yang digelar di Aula Markas PMI Kabupaten Bulungan, Selasa (4/8). Kegiatan bertema “Membentuk Pembina PMR yang Kompeten, Peduli, dan Siap Berkontribusi untuk Kemanusiaan” tersebut dibuka oleh Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Bulungan, H. Jamaluddin Saleh, S.Pd., mewakili Ketua PMI Kabupaten Bulungan, serta dihadiri Ketua Bidang Relawan, Diklat, dan Sumber Daya PMI Provinsi Kalimantan Utara, Arif Arianto, S.Hut., yang mewakili Ketua PMI Provinsi Kalimantan Utara, Ir. Risdianto, S.Pi.,M.Si
PMI KALTARA DORONG PENGUATAN KOMPETENSI PEMBINA PMR MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN DI BULUNGAN
TANJUNG SELOR, Kaltara – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara mendorong penguatan kapasitas pembina Palang Merah Remaja (PMR) melalui Pelatihan Manajemen PMR bagi Pembina PMR se-Kabupaten Bulungan yang digelar di Aula Markas PMI Kabupaten Bulungan, Selasa (4/8). Kegiatan bertema “Membentuk Pembina PMR yang Kompeten, Peduli, dan Siap Berkontribusi untuk Kemanusiaan” tersebut dibuka oleh Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Bulungan, H. Jamaluddin Saleh, S.Pd., mewakili Ketua PMI Kabupaten Bulungan, serta dihadiri Ketua Bidang Relawan, Diklat, dan Sumber Daya PMI Provinsi Kalimantan Utara, Arif Arianto, S.Hut., yang mewakili Ketua PMI Provinsi Kalimantan Utara, Ir. Risdianto, S.Pi.,M.Si
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara yang diwakili Hasmawati menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pembina PMR yang mengikuti pelatihan. Ia menilai pembinaan PMR merupakan kegiatan kemanusiaan yang memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
“Manajemen PMR sangat dibutuhkan untuk memperkuat pembinaan yang selama ini telah berjalan. Kami juga akan menyampaikan kepada pimpinan agar kegiatan pelatihan seperti ini dapat menjadi bagian dari dukungan anggaran Dinas Pendidikan Provinsi,” kata Hasmawati.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan rencana tindak lanjut setelah pelatihan agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing. Hasmawati turut menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, yakni Kadek Sumardika dari PMI Kabupaten Buleleng, Bali, Amrin, SE selaku Kepala Markas PMI Provinsi Kalimantan Utara, serta para fasilitator PMI Kabupaten Bulungan.
Sementara itu, H. Jamaluddin Saleh mengatakan tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks, seperti meningkatnya risiko bencana dan berbagai persoalan sosial, membutuhkan pembina dan relawan PMR yang memiliki kompetensi, jiwa kesukarelaan, serta kemampuan berinovasi.
“Melalui pelatihan ini kami berharap kualitas pembinaan PMR di sekolah semakin meningkat sehingga para pembina mampu membimbing anggota PMR untuk siap memberikan pelayanan kemanusiaan sesuai prinsip-prinsip PMI,” ujarnya.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam mengelola pembinaan dan pengembangan PMR sesuai Pedoman Manajemen PMR PMI. Hasil yang diharapkan meliputi tersedianya fasilitator dan pengelola PMR yang kompeten, meningkatnya kualitas pelaksanaan pelatihan dan pembinaan PMR sesuai standar PMI, penguatan administrasi serta pendataan PMR, hingga tersusunnya rencana tindak lanjut sebagai upaya memperkuat pembinaan PMR secara berkelanjutan di Kabupaten Bulungan.