BERITA UTAMA

PMI Kalimantan Utara Lakukan Monitoring Pasca Gempa 4,8 SR di Kota Tarakan

48 (2)
Gubernur Kalimantan Utara Mnyerahkan Bantuan Kepada Warga Yang Terdampak

TARAKAN - KALTARA, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara melakukan kegiatan monitoring pasca terjadinya gempa bumi berkekuatan 4,8 Skala Richter yang mengguncang Kota Tarakan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rony Haryanto, S.T., M.T., Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Sarana Prasarana, Aset, dan Logistik PMI Provinsi Kalimantan Utara. Kamis, 06 November 2025

Monitoring dilakukan dengan berkoordinasi bersama PMI Kota Tarakan dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari laporan situasi yang disampaikan Posko PMI Kota Tarakan kepada Posko PMI Provinsi Kalimantan Utara.

Selain melakukan koordinasi teknis, Rony Haryanto juga turut mendampingi Gubernur Kalimantan Utara, Drs. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dalam kunjungan ke Kelurahan Mamburungan, salah satu wilayah yang terdampak gempa bumi yang terjadi pada tanggal, 5 November 2025. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga diikuti oleh Pj. Sekda Provinsi Kaltara, Kalak BPBD Provinsi dan Kota Tarakan, Kepala Biro Kesra, serta Kadis Sosial Provinsi Kaltara.

Kunjungan tersebut tidak hanya untuk meninjau kondisi lapangan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terhadap masyarakat yang terdampak. Dalam kesempatan itu, bantuan tanggap darurat turut diserahkan kepada warga yang mengalami kerusakan rumah akibat gempa bumi.

Rony Haryanto menyampaikan bahwa PMI akan terus melakukan pemantauan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

“PMI akan selalu siap siaga dalam memberikan dukungan kemanusiaan, baik berupa bantuan logistik maupun layanan psikososial bagi warga terdampak,” ujarnya.

Dengan langkah cepat ini, PMI Kalimantan Utara menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana dan pelayanan kemanusiaan di wilayah perbatasan Indonesia tersebut.