BERITA UTAMA

PMI Kalimantan Utara Gelar Training of Facilitator Mencetak Fasilitator Unggul untuk Pembinaan Palang Merah Remaja (PMR)

WhatsApp Image 2025 09 24 At 20.38.21 1

NUNUKAN – KALTARA, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran pembinaan Palang Merah Remaja (PMR). Melalui kegiatan Training of Facilitator bagi Pembina PMR se-Kalimantan Utara, PMI menghadirkan momentum berharga bagi lahirnya para fasilitator yang lebih profesional, berkompeten, dan siap mendampingi generasi muda dalam kegiatan kepalangmerahan.

NUNUKAN – KALTARA, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran pembinaan Palang Merah Remaja (PMR). Melalui kegiatan Training of Facilitator bagi Pembina PMR se-Kalimantan Utara, PMI menghadirkan momentum berharga bagi lahirnya para fasilitator yang lebih profesional, berkompeten, dan siap mendampingi generasi muda dalam kegiatan kepalangmerahan.

Kegiatan yang berlangsung di Badan Diklat Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan pada tanggal 24–30 September 2025 ini dibuka langsung oleh Sekretaris PMI Provinsi Kalimantan Utara, Bapak Dedy Setiawansyah, S.T., M.AP. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk menyeragamkan kurikulum dan metode pembinaan PMR, sekaligus memperkuat sinergi antar pembina dan relawan PMI di seluruh wilayah.

“Kita berharap melalui pelatihan ini, akan lahir para fasilitator yang tidak hanya memahami filosofi pembinaan PMR, tetapi juga mampu mendorong keterlibatan aktif anggota PMR dalam kegiatan sosial, budaya, dan kemanusiaan di lingkungannya,” ujar Dedy dengan penuh semangat.

Pelatihan ini diikuti oleh 29 peserta, yang berasal dari PMI Kabupaten/Kota se-Kalimantan Utara, PMI Provinsi, serta PMI Kutai Timur. Mereka akan dibimbing oleh fasilitator berpengalaman dari PMI Kabupaten Bogor, Syafitri Dewi dan PMI Kabupaten Bulungan, Zubair, S.Pd.

Materi yang disajikan meliputi penyeragaman kurikulum pembinaan PMR, peningkatan kapasitas fasilitator, serta penguatan peran anggota PMR dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program kepalangmerahan.

PMI meyakini bahwa PMR bukan hanya kegiatan ekstrakurikuler biasa, melainkan wadah pembentukan karakter remaja agar tumbuh sebagai pribadi yang peduli, tangguh, dan berjiwa kemanusiaan. Dengan adanya fasilitator yang andal, pembinaan PMR akan lebih terarah, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.

“PMR adalah investasi jangka panjang. Dari sinilah kita membangun generasi penerus yang kelak akan menjadi relawan-relawan tulus dalam membantu sesama tanpa pamrih,” tambah salah seorang panitia.

Melalui kegiatan ini, PMI Kalimantan Utara berharap tercipta fasilitator yang mampu menginspirasi, membimbing dengan hati, dan menggerakkan semangat kepedulian di kalangan remaja. Sinergi antara sekolah, pembina, serta relawan PMI akan menjadi kekuatan besar dalam mencetak kader-kader kemanusiaan yang siap menghadapi tantangan global.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja kemanusiaan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi, dedikasi, dan semangat gotong royong agar misi PMI terus relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.