

TANJUNG SELOR - KALTARA, Dalam semangat memperkuat kapasitas dan sinergi para relawan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulungan menggelar kegiatan Bimbingan Temu Karya Relawan II PMI se–Kalimantan Utara. Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum Desa Karang Agung, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan relawan dari PMI Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Malinau.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PMI Provinsi Kalimantan Utara, Ir. Risdianto, S.Pi., M.Si, didampingi oleh Arif Arianto, S.Hut, selaku Ketua Bidang Relawan, Diklat, dan PSD PMI Provinsi Kalimantan Utara, serta disaksikan oleh jajaran Pengurus PMI Kabupaten Bulungan dan Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Bulungan selaku tuan rumah kegiatan.
Dengan mengusung tema “Relawan Peduli, PMI Tangguh Untuk Kemanusiaan”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat solidaritas dan profesionalisme relawan PMI di wilayah Kalimantan Utara.
Dalam pelaksanaannya, Temu Karya Relawan II memiliki tujuan besar untuk meningkatkan manajemen dan kepemimpinan relawan, demi mendukung kapasitas organisasi serta pelayanan PMI yang lebih tangguh dan profesional dan Secara khusus, kegiatan ini diarahkan untuk Meningkatkan keterlibatan relawan (KSR, TSR, dan DDS) dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan di PMI, Memperluas pengetahuan dan keterampilan relawan dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi berbagai bentuk pelayanan kemanusiaan, Membangun jejaring dan kolaborasi antara relawan PMI lintas kabupaten/kota dan mitra kemanusiaan dan Menyamakan persepsi dan pemahaman antara pengurus, pegawai, dan relawan dalam pembinaan serta pengembangan relawan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan inspirasi antarrelawan, sehingga tercipta semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama untuk menjadikan PMI Kalimantan Utara semakin solid.
Dalam sambutannya, Ketua PMI Provinsi Kalimantan Utara, Ir. Risdianto, S.Pi., M.Si, menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, PMI se-Kalimantan Utara harus dan wajib bersinergi tanpa melihat kita dari Bulungan, Tarakan, Nunukan, Malinau, atau KTT. Kita semua adalah satu, yaitu Palang Merah Indonesia — insan-insan kemanusiaan, tegasnya.
Risdianto juga menekankan bahwa relawan merupakan ujung tombak dan jantung dari PMI. Oleh karena itu, para relawan perlu mendapatkan pembinaan, pengembangan, dan evaluasi yang berkelanjutan dari pengurus PMI kabupaten/kota. Relawan PMI harus terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap agar memiliki kompetensi yang kuat dalam menjalankan misi kemanusiaan, lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Risdianto memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengurus PMI kabupaten/kota atas perhatian dan komitmennya dalam melakukan pembinaan relawan, meskipun dengan keterbatasan sumber daya dan pendanaan. Saya sangat mengapresiasi dedikasi para Pengurus Kabupaten/Kota. Meskipun dana terbatas, namun semangat untuk membina dan memperkuat relawan tidak pernah surut. Ini menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya penuh semangat.
Menutup sambutannya, Risdianto menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat atas terselenggaranya kegiatan Temu Karya Relawan II PMI se–Kalimantan Utara. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada PMI Kabupaten Bulungan sebagai tuan rumah sekaligus peserta aktif dalam kegiatan tersebut.
Selamat dan sukses atas pelaksanaan Temu Karya Relawan II PMI se-Kalimantan Utara. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi seluruh relawan PMI, tutupnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh relawan PMI di Kalimantan Utara semakin tangguh, berdaya, dan mampu berperan aktif dalam berbagai misi kemanusiaan. Temu karya ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan semangat gotong royong antarrelawan di wilayah perbatasan utara Indonesia.
PMI Kalimantan Utara terus berkomitmen untuk melahirkan relawan yang berintegritas, profesional, dan siap siaga dalam membantu masyarakat di setiap situasi darurat maupun kegiatan sosial kemanusiaan.