BERITA UTAMA

Membangun Generasi Relawan Muda PMI Kaltara Sukses Penutupan Pelatihan Training of Facilitator (TOF) PMR Se-Kalimantan Utara

1

NUNUKAN - KALTARA, – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti aula Diklat BPKSDM Kabupaten Nunukan Tanggal 29 September 2025  ketika Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara secara resmi menutup rangkaian Pelatihan Training of Facilitator (TOF) Pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) se-Kalimantan Utara. Acara penutupan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris PMI Kabupaten Nunukan, H. Ilham Bahar Ilham, S.E., M.AP yang menegaskan pentingnya sinergi antar PMI Kabupaten/Kota dengan PMI Provinsi sebagai modal besar dalam membangun Gerakan Kemanusiaan.

NUNUKAN - KALTARA, – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti aula Diklat BPKSDM Kabupaten Nunukan Tanggal 29 September 2025  ketika Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara secara resmi menutup rangkaian Pelatihan Training of Facilitator (TOF) Pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) se-Kalimantan Utara. Acara penutupan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris PMI Kabupaten Nunukan, H. Ilham Bahar, S.E., M.AP yang menegaskan pentingnya sinergi antar PMI Kabupaten/Kota dengan PMI Provinsi sebagai modal besar dalam membangun Gerakan Kemanusiaan. Pelatihan ini bukan sekadar ruang berbagi ilmu, tetapi juga wadah membangun jejaring, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara para relawan muda. “Kami berharap para peserta tetap komitmen dan konsisten dalam mengembangkan kegiatan Kepalangmerahan,” tegas Ilham dalam sambutannya.

Banyak kesan mendalam yang disampaikan para peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Utara. Nurmiati, perwakilan PMI Kabupaten Tana Tidung, mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari pelatihan ini.

“Kami mendapat ilmu yang sangat bermanfaat. Walau masih banyak kekurangan dari sisi pengetahuan tentang pembinaan PMR, pelatihan ini menjadi tantangan besar bagi kami untuk membangun  PMR di Kabupaten Tana Tidung, dan umumnya di Kalimantan Utara,” ungkapnya penuh semangat.

Sementara itu, M. Khoirol Huda dari PMI Kabupaten Kutai Timur menambahkan bahwa pengalaman mengikuti TOF adalah sesuatu yang tak terlupakan.

“Pelatihan ini sangat menyenangkan. Harapan kami, komunikasi antar peserta tetap terjalin, dan semoga semangat belajar tidak pernah berhenti,” katanya.

Tak kalah menarik, kesan juga datang dari salah satu Fasilitator, Syahfitri Dwi, yang menilai peserta mengalami perkembangan luar biasa selama pelatihan.

“Saya melihat perubahan nyata, dari yang awalnya tidak berani bicara, kini mampu menyuarakan pendapat dengan penuh percaya diri. Inilah bukti bahwa mereka siap menjadi fasilitator PMR yang berintegritas,” tuturnya dengan bangga.

Keberhasilan pelatihan ini tidak hanya terlihat dari semangat peserta, tetapi juga dari pencapaian hasil akhir. H. Asar Azis, mewakili panitia, mengumumkan bahwa seluruh peserta yang berjumlah 29 orang dinyatakan lulus dengan hasil sangat memuaskan, yakni di atas standar minimal kelulusan 79,4. “Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak  mulai Panitia, Fasilitator, Peserta, hingga dukungan penuh PMI Provinsi dan Kabupaten/Kota Se Kaltara . Inilah aset berharga bagi PMI Kalimantan Utara,” ujarnya.

Dengan berakhirnya Pelatihan TOF ini, PMI Kalimantan Utara memiliki tambahan Sumber Daya Manusia yang terlatih, siap mendukung pembinaan PMR di lima Kabupaten/Kota se-Kaltara. Harapannya, semangat dan keterampilan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan menjadi energi baru untuk memperkuat gerakan kepalangmerahan di daerah.

Acara penutupan ini tidak hanya menandai berakhirnya sebuah pelatihan, tetapi juga awal dari perjalanan panjang para fasilitator muda yang akan menjadi motor penggerak kemanusiaan di Kalimantan Utara. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat terkhusus PMI Kabupaten Nunukan selaku tuan rumah yang memberikan kontribusi dan dukungan yang luar biasa.