PMI KOTA TARAKAN PERKUAT PENANGANAN KARHUTLA DAN DISTRIBUSIKAN 12.000 MASKER

TARAKAN, KALTARA - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak asap dengan mengerahkan tim kesehatan, ambulans, dan relawan, termasuk mendistribusikan masker kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua PMI Kota Tarakan A. Hamid Amren, SE, menyampaikan langkah tersebut dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla dan Pendistribusian Masker yang digelar Pengurus PMI Provinsi Kalimantan Utara di Markas PMI Kota Tarakan, Selasa (1/9).

Hamid mengatakan PMI Kota Tarakan selama ini terlibat aktif dalam penanganan karhutla dengan menurunkan tim kesehatan dan ambulans PMI ketika terjadi kebakaran. Tim tersebut bergabung bersama Pemerintah Kota Tarakan dan mitra PMI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

“Kami terus berupaya mengambil bagian dalam penanganan karhutla, khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan mendukung upaya pemerintah di lapangan,” katanya.

Selain pelayanan kesehatan, PMI Kota Tarakan bersama relawan juga melakukan pembagian masker kepada masyarakat di sejumlah titik lampu lalu lintas di wilayah Kota Tarakan.

PMI juga secara rutin menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar menggunakan masker, baik melalui edukasi secara langsung maupun melalui media sosial PMI Kota Tarakan.

Menurut Hamid, koordinasi menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat akibat paparan asap.

“Kami juga terus mengikuti rapat koordinasi yang dilakukan pemerintah maupun PMI Provinsi Kalimantan Utara dan PMI Pusat agar langkah penanganan di lapangan dapat berjalan secara terkoordinasi,” ujarnya.

Hamid mengapresiasi langkah cepat Ketua PMI Provinsi Kalimantan Utara Risdianto yang melakukan koordinasi dengan PMI kabupaten/kota se-Kalimantan Utara untuk mengambil langkah penanganan karhutla dan dampaknya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan 12.000 masker yang diberikan kepada PMI Kota Tarakan. Masker tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat yang dinilai paling rentan dan membutuhkan.

Hamid mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah maupun di tempat kerja untuk tetap menggunakan masker sebagai salah satu upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.

Di sisi lain, ia mengajak dunia usaha untuk turut berperan dalam penanganan karhutla dengan memberikan dukungan terhadap upaya kemanusiaan, baik secara langsung maupun melalui lembaga kemanusiaan seperti PMI.

“Kami berharap dunia usaha juga dapat ikut berkontribusi dalam upaya kemanusiaan ini sehingga masyarakat yang terdampak dapat memperoleh dukungan yang dibutuhkan,” kata Hamid.

Login Admin