TANJUNG SELOR – KALTARA, Sebanyak 32 anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira Unit SMAN 1 Tanjung Selor mengikuti Simulasi “Ayo Siaga Bencana” di Markas PMI Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan oleh SMAN 1 Tanjung Selor tersebut menghadirkan Pegawai PMI Kabupaten Bulungan sebagai narasumber sekaligus fasilitator.
Simulasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan anggota PMR dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Peserta juga dilatih agar mampu mengambil tindakan secara cepat, tepat, dan aman ketika menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan kesiapsiagaan bencana bagi pelajar dinilai penting karena sekolah merupakan salah satu lingkungan yang perlu memiliki kemampuan dasar menghadapi situasi darurat. Melalui simulasi, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga didorong memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
Anggota PMR Wira Unit SMAN 1 Tanjung Selor, Hilyatul Azkiya, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi.
“Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bencana. Selain itu, kami dilatih agar mampu melakukan tindakan yang tepat, cepat, dan aman saat terjadi keadaan darurat,” ujar Hilyatul.
Menurut dia, pengalaman mengikuti simulasi diharapkan dapat menjadi bekal bagi anggota PMR untuk menerapkan pengetahuan kebencanaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Fasilitator PMI, Ikhsan, berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan peserta mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi bencana.
“Kami berharap peserta dapat menambah wawasan mereka apabila terjadi suatu bencana. Semoga kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan kembali,” kata Ikhsan.
Ia menilai pembelajaran kesiapsiagaan melalui simulasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar peserta tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi keadaan darurat.
Kegiatan “Ayo Siaga Bencana” menjadi bagian dari upaya menanamkan budaya sadar bencana kepada generasi muda. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh anggota PMR diharapkan dapat diteruskan kepada teman sebaya sehingga kesadaran mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan bencana semakin luas.