MALINAU – KALTARA, Pemerintah Kabupaten Malinau secara resmi membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) II Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malinau di Ruang Rapat Intulun, Kantor Bupati Malinau, Selasa, 7 Juli 2026. Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Francis, S.Pd., M.Pd., mewakili Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., sebagai forum evaluasi kepengurusan sekaligus pemilihan pengurus baru untuk periode berikutnya.
Dalam sambutannya, Francis menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus, relawan, dan seluruh mitra PMI yang selama ini berperan aktif dalam pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Malinau. Menurutnya, PMI telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam membantu masyarakat melalui berbagai layanan sosial, kesehatan, penanggulangan bencana, serta pembinaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR).
“PMI selalu berada di garis depan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dedikasi dan semangat kemanusiaan para pengurus serta relawan merupakan aset yang sangat berharga bagi Kabupaten Malinau,” kata Francis.
Ia menambahkan, Muskab diharapkan berlangsung secara demokratis, transparan, dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan sehingga mampu melahirkan kepengurusan yang profesional, adaptif, serta mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Ketua PMI Kabupaten Malinau, DR. Ernes Silvanus, S.Pi, M.M,.M.H menyampaikan bahwa forum musyawarah menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi tantangan pelayanan kemanusiaan yang semakin kompleks. Ia mengakui bahwa keterbatasan pendanaan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi organisasi, namun optimistis hal tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kami menyadari tantangan pendanaan yang dihadapi saat ini. Namun, melalui semangat kebersamaan serta kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan seluruh relawan, kami yakin PMI Malinau akan semakin mandiri, profesional, responsif, serta mampu memberikan pelayanan kemanusiaan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Ernes.
Sementara itu, Sekretaris PMI Provinsi Kalimantan Utara, Dedy Setiawansyah, S.T., M.AP mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Malinau, dunia usaha, relawan, dan seluruh mitra yang selama ini berkontribusi terhadap pelaksanaan tugas-tugas kemanusiaan PMI. Menurutnya, Musyawarah Kabupaten tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga sarana evaluasi dan penguatan kelembagaan.
“Musyawarah Kabupaten merupakan momentum untuk mengevaluasi organisasi, memperkuat kelembagaan, dan memilih kepemimpinan yang mampu merangkul semua pihak. Kepada pengurus yang akan terpilih, laksanakan amanah dengan menjunjung profesionalisme, transparansi, dan semangat kolaborasi,” kata Dedy.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar PMI untuk menjaga persatuan, memberdayakan relawan, serta mengamalkan Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional sebagai landasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Muskab II PMI Kabupaten Malinau diharapkan menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan pelayanan donor darah, kesiapsiagaan bencana, pelayanan kesehatan, serta memperluas kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat guna mewujudkan PMI yang semakin dipercaya dan berdaya dalam menjalankan misi kemanusiaan.