MONITORING KEMARKASAN, PMI KALTARA PERKUAT KESIAPSIAGAAN

NUNUKAN - KALTARA, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat kesiapsiagaan bencana dan pelayanan kemanusiaan di wilayah perbatasan melalui kegiatan monitoring kemarkasan di PMI Kabupaten Nunukan, Kamis (2/7).

Kegiatan yang dipimpin Kepala Markas PMI Provinsi Kalimantan Utara, Amrin, SE, tersebut dihadiri Kepala Markas, Wakil Kepala Markas, dan jajaran pegawai PMI Kabupaten Nunukan. Monitoring dilakukan untuk memastikan tata kelola organisasi, kesiapan sumber daya, serta kualitas pelayanan kemanusiaan berjalan sesuai standar PMI.

Amrin mengatakan Monitoring Kemarkasan merupakan agenda pembinaan rutin guna memperkuat kapasitas organisasi dan memastikan setiap unit PMI siap menghadapi potensi bencana maupun memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat.

"Monitoring ini tidak hanya berfokus pada evaluasi administrasi, tetapi juga memastikan kesiapan operasional, penguatan kapasitas organisasi, serta penyelarasan program kerja agar pelayanan kemanusiaan semakin efektif dan berkelanjutan," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, PMI Provinsi Kalimantan Utara menyerahkan dokumen kendaraan berupa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan pelat nomor ambulans bantuan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara kepada PMI Kabupaten Nunukan.

Selain itu, PMI Kabupaten Nunukan diminta menyampaikan laporan pemanfaatan ambulans sejak diterima, termasuk jumlah pelayanan dan manfaat yang telah dirasakan masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan bantuan.

Monitoring juga difokuskan pada kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung mulai Juli 2026 hingga Mei 2027. Kabupaten Nunukan dinilai memiliki potensi terdampak sehingga diperlukan kesiapan sumber daya manusia, mobil tangki air, peralatan distribusi air bersih, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

"PMI harus mampu bergerak sebelum kondisi darurat terjadi. Kesiapan sejak dini akan mempercepat respons ketika masyarakat membutuhkan bantuan, terutama pelayanan air bersih," ujar Amrin.

Pada kesempatan itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Nunukan juga memaparkan rencana kerja tahun 2027 yang akan disinergikan dengan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari dunia usaha untuk memperkuat pelaksanaan program kemanusiaan.

PMI Kabupaten Nunukan turut melaporkan capaian layanan Restoring Family Links (RFL) bagi Pekerja Migran Indonesia selama 2025 hingga Semester I Tahun 2026. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan rencana operasi sekaligus bahan pengajuan dukungan kepada PMI Pusat dan para donor guna meningkatkan pelayanan kemanusiaan di wilayah perbatasan.

Menutup kegiatan, Amrin mendorong PMI Kabupaten Nunukan menyusun program peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta, dunia usaha, perguruan tinggi, serta Bulan Sabit Merah Malaysia sebagai mitra strategis.

Menurut dia, penguatan kompetensi personel menjadi faktor penting agar PMI mampu menghadapi tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks sekaligus memberikan pelayanan yang profesional, cepat, dan tepat sasaran bagi masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan Kalimantan Utara.

 

Login Admin