TANJUNG SELOR - KALTARA, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Utara mengikuti Apel Siaga Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino yang diselenggarakan oleh PMI Pusat secara virtual melalui Zoom Meeting pada Selasa (30/6). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, dan diikuti oleh jajaran PMI dari seluruh Indonesia sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan akan melanda berbagai wilayah di tanah air.
Dalam arahannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa fenomena El Nino diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan dan berpotensi menimbulkan kekeringan berkepanjangan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga mengancam terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih. Oleh karena itu, PMI memfokuskan operasi kemanusiaan pada upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Sebagai bentuk kesiapan nasional, PMI telah mengerahkan 400 mobil tangki air, yang terdiri atas 200 unit berkapasitas besar dan 200 unit berkapasitas kecil. Armada tersebut akan digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah yang mengalami krisis air, dengan kendaraan berukuran kecil diprioritaskan untuk menjangkau kawasan permukiman padat dan wilayah yang memiliki akses terbatas terhadap sumber air bersih.
Dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan, PMI menerapkan strategi distribusi yang melibatkan rumah-rumah ibadah sebagai titik penyaluran air bersih kepada masyarakat. Mekanisme ini dinilai lebih efektif karena memungkinkan proses distribusi berlangsung lebih cepat, tertib, serta menjangkau lebih banyak warga melalui dukungan pengurus rumah ibadah dan tokoh masyarakat setempat.
Keikutsertaan PMI Provinsi Kalimantan Utara dalam apel siaga nasional ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam mendukung kebijakan PMI Pusat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan di wilayah Kalimantan Utara. Melalui koordinasi yang terintegrasi, PMI Provinsi Kalimantan Utara akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta siap menggerakkan sumber daya apabila diperlukan untuk membantu masyarakat.
Selain menyiapkan armada dan personel, PMI juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menghadapi musim kemarau dengan menerapkan perilaku hemat air. Penggunaan air secara bijaksana, menjaga kebersihan sumber air, serta melaporkan kondisi kekurangan air kepada pemerintah maupun PMI merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi dampak kekeringan terhadap kehidupan masyarakat.
PMI menegaskan bahwa penanganan dampak kekeringan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga, tetapi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, komunitas, dan masyarakat. Sinergi berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat penyaluran bantuan air bersih serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Melalui Apel Siaga Kesiapsiagaan ini, PMI kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi darurat. Dengan semangat kemanusiaan dan gotong royong, PMI Provinsi Kalimantan Utara siap mendukung operasi penanganan dampak kekeringan ekstrem serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ketangguhan menghadapi perubahan iklim dan risiko bencana hidrometeorologi di Indonesia.