

SEBATIK, KALTARA – Suasana penuh semangat terlihat di Pantai Indah Sungai Bajau, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Minggu (21/9/2025). Ratusan langkah kecil penuh energi dari para siswa anggota Palang Merah Remaja (PMR) Mula mewarnai pagi itu dalam sebuah kegiatan Latihan Gabungan PMR antara SDN 002 Sebatik dan SDN 002 Sebatik Timur.
SEBATIK, KALTARA – Suasana penuh semangat terlihat di Pantai Indah Sungai Bajau, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Minggu (21/9/2025). Ratusan langkah kecil penuh energi dari para siswa anggota Palang Merah Remaja (PMR) Mula mewarnai pagi itu dalam sebuah kegiatan Latihan Gabungan PMR antara SDN 002 Sebatik dan SDN 002 Sebatik Timur.
Kegiatan ini diikuti oleh 67 anggota PMR Mula dengan dukungan penuh para pembina sekolah, pegawai Puskesmas Sungai Taiwan, serta kolaborasi bersama kakak-kakak PMR Wira dari SMA Negeri 1 Sebatik. Kehadiran mereka membuat suasana semakin hangat, penuh persaudaraan, dan memberi warna kebersamaan yang kental.
Sejak pagi, kegiatan dibuka dengan senam bersama di tepi pantai. Senyum ceria peserta yang berbaris rapi menggambarkan antusiasme mereka. Setelah itu, para peserta menikmati sarapan sehat berupa buah-buahan untuk menjaga stamina agar tetap bugar.
“PMR harus sehat, kuat, dan terampil. Karena itu, penting bagi kita menjaga kebiasaan hidup sehat sejak dini,” ujar Salmah, Pengurus PMI Kecamatan Sebatik sekaligus Pembina PMR Mula, yang juga ikut mendampingi jalannya kegiatan.
Latihan gabungan ini tidak hanya menjadi ajang pembekalan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana dan keselamatan diri, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama yang menyenangkan. Para peserta diajak untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat keterampilan dasar kepalangmerahan, hingga membangun rasa percaya diri.
Materi kegiatan diberikan langsung oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Sungai Taiwan dengan dukungan pembina PMR serta kakak-kakak PMR Wira. Mereka menekankan pentingnya sikap tanggap dalam keadaan darurat serta solidaritas dalam membantu sesama.
Selain pembekalan teknis, inti dari kegiatan ini adalah memupuk silaturahmi, persahabatan, dan kebersamaan. Dengan berkumpul dalam satu kegiatan, para anggota PMR dari dua sekolah yang berbeda dapat saling mengenal lebih dekat, belajar bersama, dan merasakan semangat kekeluargaan.
“Harapan kami, kegiatan ini terus berlanjut agar PMR di Sebatik semakin kompak dan saling menguatkan. Persaudaraan yang terjalin sejak dini akan menjadi fondasi kuat untuk membentuk generasi muda yang peduli dan siap mengabdi,” ungkap salah satu pembina kegiatan.
Kegiatan ini diharapkan bukan hanya menjadi agenda sekali waktu, tetapi dapat berlangsung secara berkesinambungan. Dengan begitu, anggota PMR akan selalu mendapat ruang untuk melatih keterampilan, mengasah kepedulian, sekaligus menumbuhkan rasa cinta pada nilai-nilai kemanusiaan sejak dini.
Semangat yang terpancar dari wajah-wajah polos para siswa siang itu menjadi bukti bahwa PMR bukan sekadar ekstrakurikuler sekolah, tetapi wadah pembentukan karakter generasi muda yang sehat, tangguh, dan penuh kepedulian.