

NUNUKAN – KALTARA, Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Aula Lantai V Kantor Bupati Nunukan pada Sabtu, 20 September 2025. Hari itu bukan hanya menjadi saksi pelantikan Pengurus PMI Kabupaten Nunukan, tetapi juga menjadi momentum berharga ketika jajaran Pengurus, Pegawai, dan Relawan PMI mendapat pembekalan Orientasi Kepalangmerahan dari Amrin, SE, Kepala Markas PMI Provinsi Kalimantan Utara.
NUNUKAN – KALTARA, Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Aula Lantai V Kantor Bupati Nunukan pada Sabtu, 20 September 2025. Hari itu bukan hanya menjadi saksi pelantikan Pengurus PMI Kabupaten Nunukan, tetapi juga menjadi momentum berharga ketika jajaran Pengurus, Pegawai, dan Relawan PMI mendapat pembekalan Orientasi Kepalangmerahan dari Amrin, SE, Kepala Markas PMI Provinsi Kalimantan Utara.
Dengan suara tenang namun sarat makna, Amrin menyampaikan bahwa orientasi kepalangmerahan tidak sekadar memberi pengetahuan, melainkan juga membentuk hati dan jiwa setiap insan PMI. “Kita bukan hanya belajar struktur organisasi atau prinsip dasar PMI. Yang paling penting adalah menanamkan semangat jiwa kemanusiaan, menolong siapa pun tanpa membedakan, hadir di saat orang lain berada dalam kesulitan,” ujarnya.
Orientasi ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh jajaran PMI Kabupaten Nunukan tentang visi, misi, serta prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Amrin menekankan bahwa pemahaman kelembagaan, sejarah, hingga kode etik Kepalangmerahan adalah landasan agar setiap langkah PMI tetap profesional dan berintegritas.
Namun baginya, pengetahuan semata tidaklah cukup. “Tanpa hati yang ikhlas, ilmu itu tidak akan berarti. Kita butuh keberanian untuk turun langsung, menyentuh mereka yang membutuhkan, bahkan ketika situasinya sulit,” katanya dengan penuh ketulusan.
Amrin mengingatkan bahwa Pengurus, pegawai, dan relawan PMI adalah wajah Kemanusiaan yang nyata. Mereka harus siap berada di garda terdepan ketika bencana melanda, ketika darah dibutuhkan, atau ketika masyarakat membutuhkan dukungan moral.
Melalui orientasi ini, ia berharap lahir sumber daya manusia PMI yang tangguh, kompeten, dan berjiwa besar. “Relawan bukan hanya siap bekerja, tetapi juga siap mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kenyamanan demi orang lain. Itulah makna sesungguhnya menjadi bagian dari PMI,” tegasnya.
Selain membekali pengetahuan dasar, orientasi juga ditujukan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan. Amrin percaya bahwa kekuatan PMI terletak pada solidaritas. “Kita semua adalah keluarga besar. Di lapangan, kita tidak melihat pangkat atau jabatan. Yang ada hanyalah satu tujuan menolong sesama,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap program PMI harus dilaksanakan dengan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat kepada PMI akan semakin kuat, dan pengabdian dapat dilakukan secara tulus serta berkelanjutan.
Di akhir pembekalan, Amrin menyampaikan harapannya agar Pengurus baru, Pegawai, dan Relawan PMI Kabupaten Nunukan menjadikan orientasi ini sebagai pijakan awal untuk pengabdian yang lebih besar. “Semoga PMI Nunukan bukan hanya hadir sebagai organisasi, tetapi sebagai pelita kemanusiaan yang selalu menyinari masyarakat, terutama di saat gelap datang,” ucapnya dengan penuh harap.