

Tanjung Selor, Kaltara – Suasana semangat dan kebersamaan tampak jelas dalam gelaran SMANSATASE Red Cross Championship (SMARESSION) IV Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Palang Merah Remaja (PMR) Wira Unit SMAN 1 Tanjungselor pada Sabtu, 13 September 2025. Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi seluruh unit PMR di Kabupaten Bulungan untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, sekaligus mempererat persahabatan.
Tanjung Selor, Kaltara – Suasana semangat dan kebersamaan tampak jelas dalam gelaran SMANSATASE Red Cross Championship (SMARESSION) IV Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Palang Merah Remaja (PMR) Wira Unit SMAN 1 Tanjungselor pada Sabtu, 13 September 2025. Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi seluruh unit PMR di Kabupaten Bulungan untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, sekaligus mempererat persahabatan.
Acara yang dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Tanjung Selor, Didik Sukamto, M.Pd, menghadirkan 11 Cabang Lomba, mulai dari Olimpiade PMR, Praktik Pertolongan Pertama, hingga Poster Digital. Tak hanya itu, Lomba Kreatif seperti Paduan Suara, Majalah Dinding, hingga Jurnalistik Remaja juga menambah semarak kegiatan.
“SMARESSION sudah memasuki tahun ke-4. Kegiatan ini menjadi wujud nyata penerapan Tri Bakti PMR, khususnya dalam Mempererat Persahabatan Nasional maupun Internasional,” ungkap Zubair, S.Pd, Pembina PMR SMAN 1 Tanjungselor.
Tahun ini, SMARESSION berhasil menggaet peserta dari 30 unit PMR, terdiri dari 2 Unit Mula, 14 Unit Madya, dan 14 Unit Wira. Setiap Cabang Lomba diikuti oleh perwakilan terbaik dari masing-masing Unit, dengan penilaian yang dilakukan oleh juri profesional, termasuk unsur PMI, Guru, dan Tenaga Ahli di bidangnya.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga mengandung makna yang lebih dalam. Melalui perlombaan, para anggota PMR tidak hanya dilatih untuk mengasah kemampuan teknis, tetapi juga belajar tentang kepemimpinan, kerjasama tim, kreativitas, serta jiwa kemanusiaan.
“Harapannya, SMARESSION bisa menjadi bahan evaluasi bagi seluruh unsur PMI dalam membina relawan masa depan. Di sini, anak-anak PMR belajar bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana membangun persaudaraan dan berbagi pengalaman,” tutur Septya Dwi Wardhaniah, S.Pd, salah satu Pembina PMR SMA Negeri 1 Tanjung Selor
Di akhir acara, para pemenang langsung menerima piala dan piagam penghargaan. Suasana haru dan bangga menyelimuti peserta yang telah berjuang maksimal mewakili unit masing-masing.
SMARESSION IV 2025 pun resmi ditutup dengan penuh kegembiraan, meninggalkan pesan bahwa PMR bukan sekadar organisasi ekstrakurikuler, melainkan wadah pembentukan karakter generasi muda yang siap menjadi relawan kemanusiaan di masa depan.