TANJUNG SELOR, KALTARA – Sebanyak 39 Pembina Palang Merah Remaja (PMR) tingkat SD, SMP, SMA dan relawan di Kabupaten Bulungan dinyatakan lulus setelah mengikuti Pelatihan Manajemen PMR bagi Pembina PMR yang diselenggarakan PMI Kabupaten Bulungan di Aula Markas PMI Kabupaten Bulungan, Sabtu (8/8).
Ketua PMI Kabupaten Bulungan Ir. Iwan Sugiyanta, S.T., M.T. secara resmi menutup kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, fasilitator, panitia dan pengurus PMI yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan.
“Seluruh peserta sebanyak 39 Pembina PMR dinyatakan lulus. Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para pembina segera mengaktifkan Unit PMR di sekolah masing-masing dan menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh,” kata Iwan dalam sambutannya.
Ia mengatakan tingginya antusiasme peserta dan partisipasi sekolah menunjukkan adanya kebutuhan terhadap penguatan kapasitas pembina PMR di Kabupaten Bulungan. Pelatihan tersebut dinilai memberikan pengalaman yang lebih komprehensif karena menggabungkan materi orientasi, Training of Facilitator (ToF), serta tata kelola administrasi PMR.
Menurut Iwan, pembinaan PMR merupakan tugas yang tidak ringan karena pembina memiliki peran dalam membentuk karakter dan kapasitas anggota PMR pada jenjang Mula, Madya hingga Wira.
“Pembina diharapkan menjadi pelopor dalam menggerakkan kegiatan kemanusiaan, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di wilayah kecamatan,” ujarnya.
Ia juga mendorong para pembina untuk menyosialisasikan kegiatan donor darah di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada peserta didik.
Iwan menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia PMR akan menjadi salah satu program prioritas PMI Kabupaten Bulungan ke depan, tidak hanya bagi Pembina PMR, tetapi juga Fasilitator dan Pelatih PMR. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pembinaan dan memastikan keberlanjutan Unit PMR di sekolah.
“Ke depan, peningkatan kapasitas Pembina, Fasilitator dan Pelatih PMR akan menjadi salah satu program prioritas. Kita ingin pembinaan PMR dilakukan secara berkelanjutan dan memiliki kualitas yang semakin baik,” katanya.
Dalam evaluasi pelaksanaan kegiatan, PMI Kabupaten Bulungan juga mencatat sejumlah hal yang perlu diperbaiki, khususnya terkait tempat pelatihan dan sarana pendukung.
Pelatihan menghadirkan fasilitator dari PMI Kabupaten Buleleng, Bali, PMI Provinsi Kalimantan Utara dan PMI Kabupaten Bulungan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.